ads
Belajar, menuntut ilmu, menggali pengalaman dari situasi di sekitar kita memang menarik. Dan melihat orang yang begitu semangat seperti Ibu memberikan inspirasi untuk juga menjalani sebagaimana hadist Rasuullah yang menyatakan ‘Utlubul ‘ilmi minal mahdi ilal lahdi’, tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.

Kamis, 30 November 2017

MUTASI KELUARGA

Syukur Alhamdulillah,
Mutasi Keluarga Sidayu,  cucu dari Alm Ibu Nur Aisyah Masyhadi
Telah lahir putra ke tiga dari  Muhammad Barid dan Susanti Surabaya
Kamis, 30 November Jam 7.35 di Rumah Bersalin Puskesmas Gadung Surabaya
 “ MUHAMMAD NAFIS “

Semoga menjadi anak yang sholeh berbakti kepada Agama, Bangsa dan Orang Tua



Jumat, 09 Juni 2017

GURU BESAR


Forum Komunikasi Keluarga Besar Mbah Buyamin 
mengucapkan selamat kepada:

Prof. Dr. H. Moch. Tolchah, M.Ag.


Yang telah ditetapkan sebagai
Guru Besar / Profesor
Dalam Bidang Pendidikan Islam
Berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Tehnologi dan
Perguruan Tinggi Republik Indonesia



Sabtu, 06 Juni 2015

Info Silaturrahim Halal Bi Halal

  
Berdasar hasil pertemuan Pengurus Keluarga Besar Mbah Buyamin, Hari Selasa 2 Juni 2015 bertempat di kediaman dr. Zul Azmil Amiq di Sedagaran Sidayu, bahwa Acara Silaturrahim Halal Bi Halal Mbah Buyamin ke 38 tahun 1436H/2015M Insya Allah di laksanakan pada Hari Minggu tgl, 19 Juli 2015,
 
Mengingat kondisi di dalam rumah Mbah Hadi di Sedagaran Sidayu tidak memungkinkan untuk bisa ditempati, maka acara tersebut insya Allah dilaksanakan di Halaman Mushola Ibrahim sebelah depan rumah Mbah Hadi. 
 
Sumber Info: Baroro Sa’dan, Didik Aminoto

Selasa, 23 Desember 2014

MUTASI KELUARGA

Syukur Alhamdulillah,
Mutasi Keluarga  Hj. Ning Arifah Malik,  Bungah Gresik
 Telah lahir putr kedua dari Arfan Muammar dan Nur Rahmawati 
Senin,22 Desember 2014, Jam 22.00 WIB di RS Aisiyah Grsik
Jl. Sindujoyo Gresik

Semoga menjadi anak yang sholehah berbakti kepada Agama, Bangsa, dan Kedua Orang Tua.


Kamis, 04 Desember 2014

Mutasi Keluarga

Syukur Alhamdulillah,
Mutasi Keluarga  H. MochTholchah Malik,  Surabaya
 Telah lahir putra pertama dari dr. Farah Ayu Niswana dan dr. Rizky 
Kamis,4 Desember 2014, Jam 03.15 WIB di RS Ibu dan Anak Melati Husada Jl. Kawi Malang. yang di beri nama:
“RAFIF AMMAR HARIYONO”
Semoga menjadi anak yang sholeh berbakti kepada Agama, Bangsa, dan Kedua Orang Tua.
RAFIF AMMAR HARIYONO

Selasa, 28 Oktober 2014

MENTERI SEKRETARIS NEGARA

Forum Komunikasi Keluarga Besar Mbah Buyamin 
mengucapkan selamat kepada:
Prof. Dr. Pratikno, M.Sos.Sc, Ph.D 
menjadi  Menteri Sekretaris Negara Kabinet Kerja Periode 2014 - 2019  



"Beliau Rektor UGM Guru Besar Pemerintahan, anak desa masuk kota," kata Jokowi saat mengumumkan nama kabinet di halama belakang Istana Merdeka, Jakata, Minggu (26/10/2014)

Suami dari Siti Faridah Mas Sun'an Cucu Mbah Buyamin, ini belum pernah terjun ke dunia politik, namun Pratikno merupakan anggota tim siskronisasi pada Tim Transisi Jokowi - JK beberapa waktu lalu.

Pratikno seorang profesional di dunia akademik, sehingga berulangkali menjadi pembicara dalam workshop, khususnya bidang politik dan pemerintahan, Bapak tiga anak itu mengawali karir mejadi pengajar di UGM sehak tahun 1986.

ahun 2009 silam, Pratikno dipercaya KPU untuk menjadi salah satu pemandu acara debat Calon Presiden. Selain itu, beliau juga menjadi tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu kala itu. Kini, beliau akan meninggalkan dunia akademik untuk dunia baru menjadi Menteri Sekretaris Negara.
(chil-2014)

Senin, 16 Juli 2012

Silaturahim & “Halal bi Halal”


rapat persiapan  15 Juli 2012

Suatu tradisi berkumpul keluarga atau sekelompok orang Islam di Indonesia dalam suatu tempat tertentu untuk saling bersalaman sebagai ungkapan saling memaafkan agar yang haram menjadi halal di sebut “halal bi halal”. Umumnya kegiatan ini diselenggarakan setelah melakukan salat Idul Fitri.
Dewasa ini, halal bi halal diselenggarakan hampir oleh seluruh lapisan masyarakat muslim Indonesia, baik oleh kelompok dari suatu daerah tertentu, keluarga besar, kelompok kerja, kelompok pedagang, organisasi sosial-politik lembaga perusahaan swasta maupun intansi pemerintah. Dengan demikian tergabung dalam beberapa kelompok yang berbeda mengikuti kegiatan halal bi halal.
Kaluarga Besar Mbah Buyamin, sudah 34 tahun melakukan tradisi ini, dari tempat satu ke tempat yang lain secara bergantian dari keluarga yang paling tua ke keluarga yang lebih mudah dan seterusnya.
Tahun 1979 adalah merupakan tahun pertama kali Silaturrahim Keluarga Besar Mbah Buyamin bertempat di Keluarga Mbah Mas Hadi Sidayau Gresik. Insya Allah tahun 2012 ini diselenggarakan ditempat Keluarga Mbah H. Moh. Chamzah /Mbah Hj. Masfufah Bungah Gresik. Smoga apa yang menjadi harapan Keluarga Besar ini mendapat rahmat dari Allah SWT. 

Selasa, 22 Mei 2012

Mutasi Keluarga


Syukur Alhamdulillah,
Mutasi Keluarga  Masfuh Sun’an bin Alm H. Moh. Sun’an Surabaya
Telah lahir putra kedua dari Andrian WR. dan Berlina Chrisnaningtyas
Sabtu 21 Mei 2012, jam 22.30 di RS Muhammadiyah Gresik


Semoga menjadi anak yang sholeh berbakti kepada Agama, Bangsa, dan Kedua Orang Tua.

Minggu, 20 Mei 2012

Mutasi Keluarga


Syukur Alhamdulillah,
Mutasi Keluarga  H. Moh. Amin Malik,  Bungah Gresik
 Telah lahir putri pertama dari Syamsudin Aminarto dan Shinta Karlina
Sabtu 19 Mei 2012, Jam 14.20 WIB di RSI Jemursari Surabaya,
“AFIKA AZZAHRA”
Semoga menjadi anak yang sholehah berbakti kepada Agama, Bangsa, dan Kedua Orang Tua.

AFIKA AZZAHRA

Minggu, 22 April 2012

Mutasi Keluarga


Syukur Alhamdulillah,
Mutasi Keluarga  H. Moh. Amin Malik,  Bungah Gresik
Telah lahir putri pertama dari Moh. Fajar Trisnaamijaya dan Mazidahtul Khusniyah
Sabtu 21 April 2012,  di Gresik  yang diberi nama
 “KHANSA LABIBAH”
Semoga menjadi anak yang sholehah berbakti kepada Agama, Bangsa, dan Kedua Orang Tua.

KHANSA LABIBAH

Kamis, 22 Maret 2012

Rektor Universitas Gajah Mada

Forum Komunikasi Keluarga Besar Mbah Buyamin mengucapkan selamat kepada: Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, Ph.D  atas terpilihnya menjadi Rektor Universitas Gajah Mada, Periode 2012 – 2017 semoga bisa menjadi amanah
Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, Ph.D 

Keluarga Prof. Pratikno 





Hasil Karya

Salah satu ringkasan dari hasil karyanya.

Hampir setiap masalah tentang Turki pernah dibahas, namun demikian tidaklah berarti bahwa setiap orang telah memahaminya, terbukti dengan semakin menjalarnya sekularisme di Negara-negara muslim, bahkan menganggap bahwa Islam mengajarkan sekuralisme kepada umatnya. Padahal mereka secara sadar melihat bagaimana eksperimen yang dilakukan Turki tidak berbuah keberhasilan.
Keinginan Turki menjadi Negara sekuler dengan mengadopsi mentah-mentah peradaban dan kebudayaan Barat dimulai sejak pemerintahan Turki dipegang oleh Mustafa Kemal Atarurk.

Kemal beranggapan bahwa dengan mengadopsi kebudayaan dan peradban Barat kedalam tubuh Turki, maka dalam kurun waktu yang singkat. Turki akan menjelma menjadi sebuah Negara yang maju, seperti Barat. Peralihan ini tentunya memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap tatanan kehidupan beragama masyarakat Turki, yang pada saat itu didominasi oleh masyarakat muslim. Sehingga memunculkan sebuah pertanyaan: Majukah Islam dengan menjadi sekuler?


Anak dan Cucu dari Mbah H. Abdul Malik dan Mbah Hj. Mas Amah, 

H. Moch. Tholchah, dan  M. Arfan Mu’ammar,  lahir 3 November 1984 di Gresik, Alumni KMI Pondok Modern Darussalam Gontor 2003. Kini menjadi salah satu pengkaji di Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS) dalam bidang sejarah peradaban dan pendidikan Islam. Sekaligus menjadi staff di tempat yang sama. 

Rabu, 28 Desember 2011

MUTASI KELUARGA DARI BAPAK BAGUS TAUFIQ Alm.

Syukur Alhamdulillah,
Mutasi dari Keluarga  Bapak Bagus Taufiq (alm) Malang.

Telah lahir perempuan cantik, Sabtu, 24 Desember  2011, jam 13.30 siang  di Bogor,
yang diberi nama: "AFRA NAILAH AZMI" 
Dia adalah putri pertama dari pasangan  Mohammad Faisol dengan Midawati, 
Cucu dari Bapak Bagus Taufiq (Alm) dengan  Umi Mar'ati 
Semoga menjadi anak yang sholehah berbakti kepada Agama, Bangsa dan Orang Tua.

Kamis, 17 November 2011

Mutasi dari Keluarga Mbah H. Mas Sun’an Surabaya

Syukur Alhamdulillah,
Mutasi dari Keluarga Mbah H. Mas Sun’an Surabaya,

Telah lahir putri  yang cantik, Selasa 15 November 2011, Jam 4.00 pagi di Surabaya,
yang diberi nama Iris Anindita (Airis) Putri kedua dari Ken Ridho, ( Keken )
Putra keempat Paklik Dhofir (alm) dan Bulik Qomar, Malang

Semoga menjadi anak yang sholehah berbakti kepada Agama, Bangsa dan Kedua Orang Tua.

Iris Anindita (Airis)

Rabu, 16 November 2011

Mutasi Keluarga Bapak Bagus Taufiq Alm.

Syukur Alhamdulillah,
Mutasi dari Keluarga  Bapak Bagus Taufiq (alm) Malang.
Telah lahir perempuan cantik, senin 14 November 2011, jam 7.30 pagi, di Malang,
dengan berat 3.5 Kg.  yang diberi nama: HANNANI AMIRAH AMALINA
Dia adalah putri kedua dari pasangan Titik Fauziah dengan Hari Mintarjo,
Semoga menjadi anak yang sholehah berbakti kepada Agama, Bangsa dan Orang Tua.


HANNANI AMIRAH AMALINA

Ayah Hari dan Kakak Reza

Kamis, 13 Oktober 2011

“Utlubul ‘ilmi minal mahdi ilal lahdi”


"Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai (menjelang) liang lahat"

Sudah rahasia umum jika pendidikan sekarang sangat mahal.
Yah seperti kata buku, orang miskin dilarang sekolah! Memprihatinkan, tetapi itulah kenyataanya. Masuk TK saja bisa mencapai ratusan ribu maupun jutaan rupiah, belum lagi kalau masuk SD, SMP, SMA, Universitas yang favorit akan menghabiskan ratusan juta lebih. WOW !!!
Sekolah memang harus mahal, itulah stigma yang tertanam di benak sebagian orang, dari orang awam  dan bahkan sampai beberapa pejabat diknas sekalipun, benarkah demikian???

Itulah omongan sesat, mereka yang bicara ngelantur begitu sudah pasti tidak pernah lihat kondisi luar. Malaysia, Jerman, bahkan Kuba sekalipun bisa membuat pendidikan sangat murah dan dapat diakses oleh sebagian besar lapisan masyarakat.

 
Selamat atas wisuda Mas Hijrin Fithroni, S. Or. M.Pd. 
Insaya Allah apa yang menjadi harapan dan cita-cita bisa terlaksana dengan lancar.


Mas Hijrin Fitroni, S.Or, M.Pd. 

Keluarga  H. Achyat Malik 


Jumat, 09 September 2011

Mulailah Ukhuwah dalam Keluarga

MASALAH harta, warisan bahkan perbedaan keyakinan (madzhab, atau organisasi) kerap menjadi pemicu perseteruan antar anggota keluarga. Sehingga, akibat perbedaan ini, seorang orang tua dengan anak, kakak dan adik atau antar anggota keluarga menjadi terpisah, tidak sapa, seperti tidak saling kenal. Fenomena sosial ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi kita semua. Sebab silaturahmi berkorelasi dengan keimanan seseorang dan juga masa depan keislaman kita. 

Institusi keluarga adalah salah satu bagian dari komponen masyarakat. Keutuhan sebuah keluarga, merupakan kontribusi besar bagi terwujudnya umat Islam yang kokoh, dan bersatu padu (ukhuwah Islamiyah). Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam telah mewanti-wanti persoalan ini melalui ayat al-Qur'an dan as-Sunnah. Beliau memberi kabar akan bahaya memutus keluarga. 

Ancaman Allah Subhanahu wa ta'ala terhadap pemutus keluarga sangat serius. Dalam surat Muhammad ayat 22-23, Allah Subhanahu wa ta'ala memvonisnya sebagai orang yang terkutuk, dengan telinga ditulikan dan penglihatannya dibutakan. 

Artinya, nasihat-nasihat baik tidak akan bisa masuk telinga dan merasuk hatinya. Ia juga kesulitan melihat kebenaran (al-haq) walaupun kebenaran itu nyata di depan mata. 

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa ta'ala juga memberi predikat sebagai orang fasik dan merugi (QS. al-Baqarah 26-27), terkutuk dan penghuni neraka jahannam (QS. al-Ra'd 25). Ancaman al-Qur'an ini kemudian dita'kid (dikuatkan) oleh hadis Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam: "Tidak masuk surga orang yang memutus keluarga." (HR. Bukhari dan Muslim). 

Penegasan dari hadis Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam ini menunjukkan bahwa ancaman Allah terhadap pemutus tali silaturahmi benar-benar serius. 

Dengan demikian, sesungguhnya silaturahmi bertalian dengan keimanan seseorang. Silaturahmi adalah salah satu identitas seorang mu'min. Seorang mu'min mempunyai tabiat selalu menjaga keakraban dengan keluarga dan bila keluarga itu terputus, ia segera menyambung dan mengadakan islah. Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menyambung keluarga (silaturrahim)." (HR. Bukhari) 

Oleh sebab itu, hukuman orang yang memutus kerabat sungguh berat. Hukuman itu tidak hanya di akhirat tapi juga ditimpakan sejak di dunia. Sebab, memutus tali kekerabatan termasuk dari salah satu dosa besar. Bahkan dosa itu berimplikasi kepada orang-orang di sekitarnya. 

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga."(HR. Bukhari) . 

Hadis ini menunjukkan bahwa dosa memutus kerabat juga berakses negatif (dicabutnya Rahmat Allah) terhadap orang-orang yang hidup di sekitarnya. 

Saudara yang berpisah dan berseteru bisasanya disebabkan pada masalah perebutan harta, warisan, kecemburuan, dan soal pribadi. Konflik dalam masalah-masalah tersebut sudah biasa terjadi dan sering terdengar telinga kita. 

Kalau soal harta, kita sering mendengarnya. Tapi sebenarnya ada faktor lain yang mungkin akhir-akhir ini menjadi fenomena baru. Persoalan perbedaan madzhab fikih atau ormas Islam, dan partai kadang menjadi pemicu terjadinya konflik antar keluarga atau antar anggota masyarakat – pada beberapa kasus, soal ini sulit didamaikan. 

Seseorang yang sudah mendalami madzhab baru biasanya berusaha kuat menyebarkannya kepada orang terdekat atau saudaranya. Sedang, anggota keluarga lain yang memegang tradisi pendahulunya tidak akan rela melepaskan begitu saja. Ajaran dan doktrin keagamaan harus diturunkan kepada anak cucu. Maka, bila tidak saling memahami, konflik saudara akan terjadi. 

Dari perbedaan-perbedaan ini terjadilah salah komunikasi dengan anggota keluarga. Bahkan ada seorang mahasiswa yang aktif dalam gerakan baru di kampusnya rela putus hubungan dengan keluarganya demi berjuang menyebarkan madzhab barunya. Di rumah, ia tidak betah karena keluarganya menolak diajak masuk madzhab baru. 

Perbedaan pandangan itu bermacam-macam kadarnya. Besar-kecilnya konflik juga bergantung dengan kadar perbedaan tersebut. Saat terjadi perbedaan hari Raya misalnya yang terjadi beberapa kali, orang sempat bersitegang dengan saudara yang berhari Raya tidak sama. Tetapi ketegangan itu bersifat sementara – bila masing-masing mengerti. 


Musibah perpecahan keluarga pernah di alami oleh Nabi Nuh alaihissalam dengan anaknya Qan'aan. Tatkala Nabi Nuh alaihissalam dan ketiga putranya Sam, Ham, Jafits beserta pengikutnya yang beriman sudah berada di dalam kapal, karena ada banjir bandang – Qan'aan yang kafir menolak ajakan Nabi Nuh alaihissalam menaiki kapal. "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah" tolak Qan'aan. 

Akibat menolak ajakan ayahnya itu, ia ditenggelamkan oleh Allah dihempas air bah beserta kaum Nabi Nuh alaihissalam yang kafir. Nabi Nuh alaihissalam sedih atas musibah ini, seraya berseru "Ya Allah ia adalah anakku". Tapi apa jawaban Allah? "Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, sesungguhnya perbuatannya adalah perbuatan yang tidak baik." (QS. Hud: 45). 

Mendapat jawaban dari Allah Subhanahu wa ta'ala, Nabi Nuh paham bahwa anaknya telah memutus tali kerabat sekaligus memutus keimanan, ia bukan lagi anaknya. Oleh sebab itu dia harus merelakannya diazab oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. 

Qan'aan, dalam kisah tersebut walaupun mempunyai hubungan darah, tapi ia menganggap sudah tidak ada hubungan lagi dengan ayahnya. Padahal Nabi Nuh sangat menantikan ia kembali kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan berkumpul kembali bersama saudara-saudaranya. 

Beliau berusaha menyambung tali silaturahmi, dengan mengajak kembali kepada Allah. Tapi karena karena ia tetap memegang prinsip kekafirannya, Allah Subhanahu wa ta'ala memisahkannya dengan Nabi Nuh alahihissalam. 

Dari kisah tersebut, kita semakin yakin dengan apa yang telah disabdakan Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam.. Orang yang menyambung silaturahmi akan selalu dinaungi rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala , sebaliknya orang yang memutus hubungan silaturahmi akan dihimpit laknat Allah Subhanahu wa ta'ala. Qan'an dalam kisah tersebut menolak ajakan Nabi Nuh untuk merajut tali silaturahmi. Akibatnya, Allah Subhanahu wa ta'ala menimpakan adzab kepadanya. 

Jadi persatuan Islam itu mesti dimulai dari silaturahmi keluarga. Caranya, tidak sekedar saling menziarahi, tapi yang lebih penting saling menasihati dan mendakwahi. Keluarga itu komponen masyarakat Islam. Jika kita mampu membentuk keluarga yang islami, rukun dan damai, maka masyarakat yang akan tercipta pun adalah masyarakat beriman bersatu padu di bawah naungan Islam yang dirahmati oleh Allah. 

Jumat, 12 Agustus 2011

Salah Kaprah,…?


Salah Kaprah,…?
Assalamu’alikum, 
Umat Islam Indonesia adalah umat yang suka bersilaturahim. Saling berkunjung, saling menyapa dan saling berkomunikasi. Tetapi, mengapa tetap saja selalu menghadirkan kebencian, kedengkian dan konflik, padahal silaturahmi terus dijalin banyak pihak?
Kalau boleh dikatakan penyakit, penyakit itu adalah seringkali kita keliru menggunakan istilah kata. kita keliru menggunakan istilah silaturahmi. Padahal, yang betul adalah silaturahim.
Lantas, apa bedanya silaturahmi dengan silaturahim ?padahal susunan hurufnya sama saja. Ya, memang perbedaannnya ada pada akhiran yang ada pada huruf mim.
Pada dasarnya silaturahmi berasal dari dua kata, “silah” dan “rahmi”. Silah artinya menyambungkan. Sedang rahmi artinya rasa nyeri yang diderita para ibu ketika melahirkan. Hal ini tentu sangat berbeda rahim yakni menyambung rasa kasih sayang dan pengertian.
Itu sebabnya kebencian, kedengkian dan konflik masih saja ada meski silaturahmi terus terjalin. Sebab, yang kita sambung adalah rasa nyeri para ibu kita ketika melahirkan tadi.
Ungkapan lain yang seringkali kita gunakan, dan ternyata salah adalah membatalkan puasa. Seringkali pada saat-saat menjelang maghrib dan akhirnya adzan berkumandang, pada saat yang sama kita sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang harus selasai. Pada saat itulah salah seorang dari kita: mari kita batalkan puasa kita, ayo batalkan puasanya dulu.
Padahal, kalau ungkapan itu benar-benar diniatkan untuk membatalkan puasa, maka batal benar puasa kita. Batal dalam perspektif tidak ada ganjaran pahala sama sekali terhadap puasa kita itu. Padahal, kita telah menahan lapar, haus serta hal-hal yang membatalkan puasa. Lalu tiba-tiba ibadah kita itu batal hanya karena niat mem-”batal”-kan puasa kita.
Sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, sudah sepantasnya kita mencontoh beliau. Sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah hadist, istilah berbuka puasa yang tepat adalah mempercepat buka puasa serta mengakhirkan sahur dan bukan membatalkan puasa. Mempercepat dalam artian segera berbuka puasa jika sudah waktunya berbuka, bukan menyegerakan untuk berbuka belum pada waktunya berbuka.
Demikan, semoga sedikit tulisan ini benar-benar merupakan harapan kita untuk perbaikan untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga tidak ada yang salah kaprah lagi tentang kosakata yang menghadirkan ketidaknyamanan dalam keseharian kita. Apalagi jika berkaitan dengan ibadah.
Wassalam.

Rabu, 20 Juli 2011

Info Silaturrahim Halal Bi Halal


Berdasar hasil pertemuan Pengurus Keluarga Besar Mbah Buyamin, Hari Ahad, 17 Juli 2011 bertempat di kediaman Mbah H. Mas Sun'an Buyamin, bahwa Acara Silaturrahim Halal Bi Halal Mbah Buyamin ke 34 tahun 1432H/2011M Insya Allah di laksanakan pada Hari Sabtu tgl, 3 September 2011,
Mengingat kondisi di halaman rumah Mbah H. Mas Sun'an Buyamin, Jl. Bibis Tama  tidak memungkinkan untuk bisa ditempati, karena lalu lintas padat dan juga padat penduduknya maka acara tersebut insya Allah dilaksanakan di Gedung Nusantara sebelah barat rumah Mbah H. Mas Sun'an Buyamin,
Sumber Info: Baroro Sa’dan, Didik Aminoto

Senin, 04 Juli 2011

Mutasi Keluarga H. Moh. Amin Malik

Syukur Alhamdulillah, Tambah keluarga dr keluarga H.Moh.Amin Malik : 
Telah Lahir Putra Pertama dari pasangan Ahmad Falah Suryaaminata dg Dian Rizka Sari
pada hr Minggu tgl 26 Juni 2011 yg diberi nama Muh.Fardhan Dzakwanata (Fardhan)
Semoga menjadi anak yang sholeh berbakti kepada Agama, Bangsa dan kedua Orang Tua.
Keluarga Ahmad Falah Suryaaminata      
Muh.Fardhan Dzakwanata (Fardhan)